• Beranda
  • PT Telkom Indonesia
  • Republika Online
  • CSR Guru

Album

Santri Indigo Tahap III Angkatan 6 - Gresik - Jawa Timur
Santri Indigo Tahap III Angkatan 5 - di Purwakarta - Jawa Barat
Santri Indigo Tahap III Angkatan 4 di Magelang - Jawa Tengah
Santri Indigo Tahap III Angkatan 3 di Malang - Jawa Timur
Santri Indigo Tahap III Angkatan 2 di Cilegon
Santri Indigo Tahap III Angkatan 1 di Jepara

Yusuf Widiyanto
(Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Desa Pasir Gintung Kecamatan Jayanti Kabupaten  Tangerang - Banten)

Banyak hal yang dapat saya ambil manfaatnya dari pelatihan yang diadakan PT Telkom dan Republika melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) ini. Internet yang kami anggap belum bermanfaat menjadi terasa manfaatnya setelah mengikuti pelatihan Internet Pesantren Wahana Syiar Digital. Kehadiran para pakar khususnya bidang jurnalistik, pengenalan internet, teori dan pembuatan webblog telah membuka mata para santri untuk berdakwah di dunia internet.

Ini menjadi pemacu santri untuk mengembangkan webblog yang diisi dengan kontent konstruktif yang pada akhirnya akan menjadi penetrasi informasi di dunia maya. Disamping itu webblog akan dapat membangun jaringan dengan teman temannya khususnya antar Pondok Pesantren, sehingga akan tercipta komunikasi aktif diantaranya dan dapat saling berbagi pengalaman tentang kepesantrenan,


Sebaiknya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi utamanya internet, jangan dipahami sebagai ancaman bagi berlangsungnya syiar Islam. Internet dalam konteks dakwah Islam mesti dijadikan media menyampaikan nilai, norma, pengetahuan, dan dakwah.

Pertumbuhan pengguna internet secara global maupun nasional yang terus menunjukkan kenaikan, saat ini baru dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis, periklanan, dan media pembelajaran, sedangkan santri belum mengambil porsi sebagai media dakwah. Semoga program Santri Indigo dapat menjadi pemacu para santri untuk mengisi internet dengan dakwah agar internet dapat lebih berguna bagi umat Islam pada khususnya. (Slamet Riyanto)

Pengasuh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Gintung, Jayanti, Serang - Banten.

Jika kita memasuki area Pondok Pesantren Daar El-Qolam, kita tak akan hentinya mengucup syukur dan bangga, melihat situasi dan cara para santri menimba ilmu agama di pesantren ini. Tidak hanya ilmu agama yang mereka pelajari, namun perkembangan teknologi pun sudah menjadi kewajiban untuk dipelajari. Untuk mendukung proses belajar mengajar pesantren juga telah menyiapkan hotspot (sambungan internet nir kabel) di lokasi pesantren.

Masjid besar dan megah yang berdiri tegak di tengah-tengah pesantren seolah mengingatkan para santri bahwa apapun yang sedang dipelajari semuanya datangnya dari sang maha pencipta Allah swt.

Kehadiran PT Telkom dan Republika yang akan mengadakan pelatihan internet di Pondok Pesantrenya diterima dengan sangat baik. Dua ustad dan beberapa santri telah disiagakan untuk membantu penyelenggaraan pelatihan internet ini. Ruang sekretariat dan aula yang tempatnya berhimpitan siap untuk digunakan .

Ini kesempatan langka, dan kesempatan ini harus kami gunakan sebaik-baiknya, kata KH Ahmad Syihaduddin pengasuh sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Gintung, Jayanti, Serang - Banten.

Bagi Kyai Ahmad penggunaan teknologi informasi bukanlah hal yang baru di pesantrenya, namun dia tak menutup kesempatan bagi instansi manapun yang akan membantu meningkatkan pengetahuan teknologi informasi bagi para santrinya, apalagi dari Telkom dan Republika, keduanya merupakan lembaga yang memang berkompeten dan sesuai bidangnya masing-masing dan cocok untuk pesantren katanya.

Untuk menunjukkan bahwa pesantrenya "care" dengan teknologi, kyai yang selalu tampil sederhana ini menjelaskan tentang sistem pendidikan di pesantrennya. Ada lebih dari 150 santri dibekali "laptop" untuk proses belajar mengajar, kelas ini diperuntukkan bagi santri yang berprestasi, semua santri punya kesempatan masuk kelas khusus ini asalnya mereka berprestasi dan mampu bersaing dengan santri lainnya.

Sistem pendidikan yang diterapkan di pesantren Daar El-Qolam ini semata-mata untuk menunjukkan bahwa seiring dengan perkembangan era teknologi saat ini, pesantren juga harus menyesuaikan dan ikut berubah. Konotasi lama bahwa pesantren adalah tempatnya kaum sarungan, hanya tempat menimba ilmu keislaman--tanpa ilmu umum--atau memandang pesantren terbelakang, dinilai ketinggalan. ''Mereka tidak pernah tahu kebenaran sesungguhnya yang ada di pesantren,'' kata KH Ahmad disela-sela waktunya ketika mengamati panitia mempersiapkan ruangan tempat pelatihan internet pesantren.

Kyai Ahmad menilai program CSR (Corporate Social Responsibility) melalui Pelatihan Internet bagi para santri dan ustad yang dilakukan oleh PT Telkom dan Republika sangat tepat, karena dapat membantu para pesantren dalam meningkatkan penguasaan teknologi bagi para santrinya agar mereka bisa lebih terbuka dan tidak "gaptek" (gagap teknologi). Apalagi dengan dibekali pelatihan membat blog (webblog), ini sangat penting agar para santri dapat wadah baru untuk menuangkan kreatifitas dan pemikirannya di internet. Disamping itu pembelajaran tentang internet bagi para santri sangat berguna bagi para santri untuk membuka wawasan dan dapat dipakai sebagai sarana dakwah di dunia internet.

Pelatihan ini juga sangat tepat untuk diwilayahnya karena belum semua pondok pesantren diwilayahnya menggunakan sistem yang diterapkan di Daar El-Qolam dengan memasukkan unsur teknologi. Ini sagat membantu bagi para santri untuk mengenal teknologi internet dan cara penggunaannya. Kyai Ahmad juga berharap agar pelatihan ini dapat menjangkau lebih banyak lagi pesantren terutama yang ada di pedesaan, disana banyak santri yang masih belajar dengan fasilitas terbatas. Jangankan "hotspot" mungkin masih ada pesantren yang belum mengenal komputer. (S.Riyanto)


 Pemenang Pembuatan Weblog Pelatihan Santri Indigo 
Pelatihan Tahap III-6 di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin - Gresik - Jawa Timur


Iftitah Hidayati - Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 
Ferry Fadly - Pondok Pesantren Mambaus Sholihin
Heni - Pondok Pesantren Al-Ishlah 
Fadiyah Maslamatul 'Azmah - Pondok Pesantren Mambaus Sholihin
Chauroul 'Ain - Pondok Pesantren Mambaus Sholihin


Pemenang Pembuatan Weblog Pelatihan Santri Indigo 
Pelatihan Tahap III-5 di Pondok Pesantren Al-Muhajirin - Purwakarta - Jawa Barat


R. Putro Kusumaningbawono - Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta
Widy Nuryadi - Pondok Pesantren Uswatun Hasanah Purwakarta
Maulana Abdul Aziz - Pondok Pesantren Al - Muhajirin Purwakarta
Yusuf Al Islam -  Pondok Pesantren Terpadu Al - Manar 33 Purwakarta
Ayu Aista - Pondok Pesantren Al - Muhajirin Purwakarta


Pemenang Pembuatan Weblog Pelatihan Santri Indigo 
Pelatihan Tahap III-4 di Pondok Pesantren Pabelan - Magelang - Jawa Tengah

  • Setiyono, Asrama Pelajar Islam Tegalrejo 
  • Budi Sartono, Pondok Pesantren Pabelan - Magelang
  • Rohmayani, Pondok Pesantren Pabelan - Magelang
  • Rini Setyawati, Pondok Pesantren Pabelan - Magelang
  • Muhammad Zainuddin, Pondok Modern Gontor 6 Magelang

Pemenang Pembuatan Weblog Pelatihan Santri Indigo 
Pelatihan Tahap III-3 di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam - Malang - Jawa Timur


  • Moh. Yusron S.M,  Pondok Pesantren PPQ Nurul Huda Singosari Malang 
  • Nawawa Nawawi Muhsin, Pondok Pesantren Al-Kamilah
  • M Ainul Mustofa, Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam  
  • Ahmad Badrus Syafa, Pondok Pesantren PPAI Annahdliyah 
  • Rosidi, Pondok Pesantren Assalafiyah Malang

Pemenang Pembuatan Weblog Pelatihan Santri Indigo 
Pelatihan Tahap III-2 di Pondok Pesantren Al-Khairiyah - Cilegon - Banten - Jawa Barat










  • Ita Kurniastuti - Pondok Pesantren al-Fathoniyah Serang-Banten
  • Asma Munadiah - Pondok Pesantren Modern Daar El-istiqomah
  • Qomarudin - Pondok Pesantren La Royba
  • Mukhlis Ikromuddin - Pesantren Tarbiyah Nurul Ma'arif
  • Irnawati Rahayu - pondok pesantren ardaniah


Pelatihan Tahap III-1 di Kabupaten Jepara - Jawa Tengah.


  • Ritono, Pondok Pesantren Maftahul Falah, Sinanggul Mlonggo Jepara - Jawa TengahFitri
  • Puji Astutik, Pondok Pesantren Al-Ittihad Tahunan, Jepara - Jawa Tengah
  • Utfa Hazizah, Pondok Pesantren Al Ittihad Tahunan, Jepara - Jawa Tengah
  • Ajib, Pondok Pesantren Matholibul Ulum, Jepara - Jawa Tengah
  • Muhammad Faizin, Pondok Pesantren Daruttauhid Al-Alawiyyah, Jepara - Jawa Tengah

Pelatihan Tahap II-6 di Pondok Pesantren Keresek - Cibatu - Kabupaten Garut - Jawa Barat.








  • Alvi Alviah Algifari, Ponok Pesantren Keresek - Cibatu - Garut
  • Fera Faridatul Habibah, Ponok Pesantren Keresek - Cibatu - Garut
  • Deny Suwarja, Ponok Pesantren Keresek - Cibatu - Garut
  • Asny Laila, Ponok Pesantren Keresek - Cibatu - Garut
  • Cyntia Febi, Ponok Pesantren Keresek - Cibatu - Garut
Pelatihan Tahap II Angkatan 5 di Pondok Pesantren Al-Ittihaad Purwokerto
  • Miftahurrohman - Pondok Pesantren Miftahussalam
  • Alip Febrian Hartanto - Pondok Pesantren Al-Ittihaad
  • Johan Arifin - Pondok Pesantren Miftahussalam
  • Bunyamin - Pondok Pesantren Darussalam
  • Lafi Na'imatul - Pondok Pesantren Al-Ittihaad

Pelatihan tahap II Angkatan 4 di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo
  • Ahmad Saifulloh - Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Saiful Hidayat - ISID Gontor Ponorogo
  • Hekky Layun Mustah, S.Pd - Pesantren Terpadu AL-MAWADDAH -3
  • Faqih Helmi Maulana/PM Darussalam Gontor 1
  • Muhammad Ridwan/PP Al-Mawaddah

Pelatihan tahap II Angakatan 2 di Pondok Pesantren Attaqwa Putra – Babelan - Bekasi – Jawa Barat
  • Ahmad Ripaih
  • Mahfuddin
  • Afud Syarifudin
  • Khaidir Ali

Pelatihan tahap II Angakatan 1 di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak DI Yogyakarta
  • Devie
  • M Maulana Naviri
  • Arsyad Iriansyah
  • Hisyam
  • Arif Apriyono
  • Soza



Pelatihan tahap I Angakatan 5 di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jabar

  • Abror Syafruddin
  • Irhamnaya
  • Izzati Azrai
  • Agus Gusnadi
  • Agus Hasan
  • Nuru Shidiq

Pelatihan tahap I Angakatan 4 di Pondok Pesantren Darussalam - Ciamis Jawa Barat
  • Chusna Arifah
  • Sandigo
  • Asep Iwan Kurniawan Fikri
  • Asep Juju
  • Tatang Sulaeman

Pelatihan tahap I Angakatan 3 di Pondok Pesantren Dar El Qolam- Serang - Banten
  • Nendyo Susilo,Spd
  • Willy Saefurrahman
  • Yusuf WIdyanto








Pelatihan tahap I Angakatan 2 di Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Bale endah Bandung

  • Riyani Ginawang
  • Hilmy M
  • Tita Husnul Sri Kh,Pondok Pesantren Palgenep
  • Selmi, Pondok Pesantren Assurur
  • M Hendri Permana, Pondok Pesantren Al-Basyariah
  • Haris Setiawan, Pondok Pesantren Al-Basyariah
Pelatihan tahap I Angakatan 1 di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Depok
  • Riyani Ginawang
  • Abu Fauzan
  • Anwar Zainudin Pondok Pesantren Qotrun Nada

Pesantren selalu diidentikkan sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang tidak banyak mempelajari urusan duniawi, apalagi teknologi canggih. Lembaga pendidikan tertua di Tanah Air itu pun masih sering diidentikkan sebagai lembaga pendidikan orang desa. Tapi, kesan itu pelan-pelan mulai terkikis.

Anak-anak pesantren kini mulai bersentuhan dengan teknologi. ''Jangan dikira kami hanya bisa baca doa atau tahlilan. Kami pun bisa bersaing dalam pelajaran umum, seperti fisika, matematika, kimia, atau bikin web-blog,'' kata Edi Setiawan, santri Pondok Pesantren (PP) Darussaadah, kemarin.

Seorang santriwati, Arifatus Syarifah, mengatakan, ''Bagi sebagian orang, mungkin kami para santri dianggap baru belajar internet atau komputer. Justru, jauh sebelumnya, kami sudah bisa berinternet.''

Pesantren memang mulai berubah. Persepsi bahwa pesantren hanya tempat menimba ilmu keislaman--tanpa ilmu umum--atau memandang pesantren terbelakang, dinilai ketinggalan. ''Mereka tidak pernah tahu kebenaran sesungguhnya yang ada di pesantren,'' kata KH Ahmad Syihaduddin, pengasuh PP Daar El-Qolaam, Gintung, Jayanti, Serang.

Syihaduddin menyampaikan perubahan pesantren itu di sela acara 'Pelatihan Internet, Wahana Syiar Digital Indigo' di Gintung, Kamis (24/4). Acara itu digelar sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom-Republika.

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 75 santri dari 19 PP di Serang, termasuk Edi Setiawan dan Deddy Ibrahim. Dua hari mereka belajar tentang manfaat internet, membuat web-blog (blogspot), serta cara menyambungkan (koneksi) komputer dan telepon untuk melakukan komunikasi dengan internet. Selain itu, mereka juga belajar cara menulis berita, opini, dan artikel-artikel keislaman.

Bekal itulah yang membuat para santri yang tergabung dalam Komunitas Indigo siap berdakwah lewat internet. Misi dakwah itu didorong oleh banyaknya konten porno di dunia maya. Saat ini, bila mengetik kata 'porn' di mesin pencari di internet, jumlah yang muncul mencapai 200 juta lebih. Jauh lebih banyak dibanding kata 'Islam' yang hanya 50 juta. ''Kami siap berdakwah dan mensyiarkan Islam lewat internet,'' timpal Deddy Ibrahim, salah seorang santri yang mengikuti pelatihan.

Kondisi memprihatinkan di dunia maya itu pula yang menjadi salah satu alasan digelarnya pelatihan. ''Kita memang sangat prihatin. Karena itu, melalui pelatihan yang digelar bersama Telkom dan Republika ini, kami berharap akan tercipta masyarakat yang berbudi luhur dalam era digital ini,'' papar Direktur IT PT Telkom, Indra Utoyo.

Dalam pelatihan di Gintung, para pembicaranya adalah Kumayl Mustafa dari Grup Musik Debu, Syaiful Hidayat dari Telkom, serta Arif Supriyono dan Slamet Riyanto dari harian Republika.

Dalam pelatihan web-blog, para santri mampu membuat desain dan fitur-fitur yang menarik dan menyejukkan. Isi web-blog yang mereka buat umumnya tentang nilai-nilai Islam dan ajaran Alquran. Panitia pun memberikan penghargaan bagi pembuat web-blog terbaik.

''Kini, saatnya kita berdakwah melalui internet. Kita menyebarkan nilai-nilai kebenaran dan keluhuran kepada seluruh pengguna internet dari ajaran Islam,'' kata Ketua Panitia Pelatihan, Yulia R.

Pimpinan Redaksi Republika, Ikhwanul Kiram Mashuri, mengatakan musuh terbesar umat Islam saat ini adalah kebodohan dan kemiskinan. Karena itu, dia berharap para santri bisa melahirkan ide-ide kreatif untuk memajukan dirinya.

Mustafa Dawood, vokalis grup musik Debu, mengatakan untuk membangun kreativitas, kuncinya harus berawal dari hati. ''Kalau tidak didorong oleh hati, sesuatu itu tidak akan berhasil. Jika kita mengerjakan sesuatu dengan hati yang tulus, niscaya orang lain pun akan bisa menerimanya,'' kata pria kelahiran Oregon AS pada 9 Juli 1981 ini.

Indra Utoyo mengatakan pelatihan yang diselenggarakan Telkom-Republika ini dimaksudkan sebagai upaya membangun komunitas santri yang kreatif di era digital saat ini. ''Melalui pelatihan ini, kita berharap nantinya akan muncul santri-santri kreatif dalam membawa syiar Islam di masa depan. Sesuai dengan harapan kami, mereka menjadi santri Indigo.

Yaitu, santri yang berbudaya dan menguasai teknologi,'' kata Indra. Dia berharap program itu melahirkan ribuan santri yang mampu berkarya dan berbudaya digital serta mengedepankan mentalitas positif dan berkarya. Terutama, dalam membentuk komunitas Indigo.

Dalam menjalankan CSR-nya, PT Telkom dan harian Republika memiliki program pelatihan guru dan santri Indigo (Indonesia Digital Community). Program santri Indigo merupakan pengembangan pelatihan guru pada kerja sama tahap (tahun) kedua.

Pelatihan santri Indigo ini menyasar pesantren di Jakarta, Depok, Bogor, Ciamis, Garut, dan Bandung. Program Indigo pada 2008 ini akan digelar enam angkatan dengan sasaran bisa mendidik sedikitnya 450 santri. Tujuan utama program ini adalah mengenalkan para santri dengan teknologi digital. Sumber: Republika 25 April 2008
Serang. Membangun sebuah kreatifitas bagi sebagian orang tidaklah mudah. Banyak halangan dan rintangan yang menyertainya. Padahal, menurut Kumayl Mustafa Dawood, vokalis musik Debu, membangun kreatifitas itu kuncinya berawal dari hati

Kalau tidak didorong oleh hati, sesuatu itu tidak akan berhasil,’’ ujar Mustafa, saat memberikan materi pada pelatihan Internet Pesantren, Wahana Syiar Digital, yang diselenggarakan dalam rangka Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom-Republika, pada Kams (24/4) di Ponpes Daar El-Qolaam, Gintung, Jayanti, Serang, Banten. Pelatihan ini diikuti sekitar 75 santri dari 19 perwakilan Ponpes di Serang.

Dalam pelatihan ini, selain grup Debu, pembicara lain adalah Direktur Informasi dan Teknologi PT Telkom, Indra Utoyo, Direktur Diniyah dan Pesantren Departemen Agama (Depag), Amin Hendari, Arif Supriyono dan Slamet Riyanto dari Republika, serta Syaiful Hidayat.

Menurut pria kelahiran Oregon, AS pada 9 Juli 1981 ini, mengerjakan sesuatu yang dimulai dengan hati, maka hasilnya juga akan bisa diterima oleh hati yang lain. ‘’Jika kita mau mengerjakan sesuatu dengan hati yang tulus, niscaya orang lain pun akan bisa menerimanya,’’ ujarnya.

Mustafa menjelaskan, selain menumbuhkan kreatifitas dengan hati, proses kreatif dibangun karena ada kemauan yang kuat dari orang itu. ‘’Betapapun munculnya banyaknya ide dalam pikiran, namun kalau dikerjakan tidak tulus dan tidak ada kemauan, tentunya juga tidak akan berhasil,’’ paparnya.

Bapak empat anak ini menambahkan, inspirasi untuk mengerjakan sesuatu (kreatifitas), sumbernya berasal dari berbagai macam. ‘’Inspirasinya bisa dengan mendengar, merasa, melihat, atau dengan membaca. Tinggal kita mau mengerjakannya atau tidak dari sumber yang sudah diperoleh tersebut,’’ jelas Mustafa.

Pria yang fasih berbahasa Inggris, Arab, Spanyol dan Indonesia ini menyatakan, pada dasarnya setiap orang memiliki potensi untuk membangun kreatifitas. Hanya saja, potensi yang sudah dimiliki itu bisa dimaksimalkan atau tidak. ‘’Potensi yang sudah ada hendaknya dikerjakan dengan penuh semangat dan terus menerus. Sehingga bisa menghasilkan produktivitas yang baik pula,’’ ujarnya.

Ketika menjawab pertanyaan salah seorang peserta tentang banyaknya hambatan atau kendala dalam menumbuhkan atau memaksimalkan potensi yang sudah ada seperti faktor ekonomi, Mustafa menjelaskan, kendala itu baginya merupakan tantangan untuk ditaklukkan.

‘’Ketika kita ingin bermain musik, tetapi gitar tidak ada, kita bisa mencari jalan keluarnya dengan membeli. Tapi tidak punya uang, kita bisa pinjam dengan teman. Pada prinsipnya, kita harus berusaha. Tanpa berusaha, apapun yang dikerjakan tentu tidak akan berhasil,’’ papar Mustafa yang kini sedang giat belajar bahasa Turki.

Begitu juga saat memiliki ide untuk membuat sebuah tulisan tentang suatu masalah. ‘’Apa yang sudah terlintas dalam hati dan pikiran, segeralah diwujudkan. Mengenai opini orang bahwa hal itu baik atau tidak, jangan pernah dipikirkan. Yang penting, kita berusaha terus menerus. Karena itu, agar sesuatu itu bisa berhasil, mulailah dengan hati. Hasilnya kemudian, pasrahkan kepada Sang pembuat rencana, yaitu Allah,’’ paparnya. n sya.
Para peserta training santri indigo Tahap III Di Pondok Pesantren Modern Dar El Qolam - Jayanti - Tangerang - Banten

Pondok pesantren Al-Amanah Al-Gontory
Herry Iskandar
Sarah Azm
wawan carmawan
yogi faturohman

Pondok Pesantren Al-Mizan
Abdul Mufid Setia Budi
Dasep Edas Anugrah
Nurhidayat Septiawan

Pondok Pesantren assa'adah
Hasuri
Ichsan Ferdiansyah
Ria S

Pondok Pesantren Dar El Qolam
Ariefah Fitriani
Alvin Rifqy
Asrianty salam
Dhan AP
Dhanu
Haris
Mas S. Fitriah
Nawawi
Namirotusyarifah
Nendyo Susilo,Spd
Willy Saefurrahman
wahiddin
wilda humaidah
Yusuf WIdyanto

Pondok Pesantren Daar El - Syifa
Fery
Suryanto
Ubay

Pondok Pesantren Daarul Ahsan - Jayanti - Tangerang
Ade Bukhori
Safrudin, SE

Pondok Pesantren La Tansa
Adhie Kurniawan
Aang Fitriadi
M Arifuddin
Suyanto
Sastra Saputa

Pondok Pesantren Manahijussadat
Ajro Wilpa

Pondok Pesantren Subulussalam
Fan
Rizky
Sa'dani

Rya Muniz
Marwah Hasrudi
Wildah Firdausi
Dedi Setiadi
wawan carmawan
Ijonk Smith
Bryan
Postingan Lama Beranda
Adv
  • Recent Posts
  • Comments

Ayo Sholat

Mualaf

Memuat...

Download Materi Pelatihan

1. Trend Perkembangan Teknologi-Indra Utoyo

2. Putihkan Internet-Muhammad Ismail

3. Menjadi Blogger Sukses-Bang Zenk

4. Agar Online Bernilai Ibadah-Asma Nadia

5. Internet Sehat-Irwin Day

6. Panduan Membuat Blog-Slamet Riyanto

7.Blog Advanced - M Afif

8. Sosialisasi Speedy Taqwa-Deden

Video

Republika

www.republika.co.id

Telkom

www.telkom.co.id

footerwidget3

Santri Indigo

footerwidget4